Bahaya Asap Rokok Pada Anak

Bahaya Asap Rokok Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Perlu diakui bahwa tingkat kesadaran kolektif kita terhadap bahaya asap rokok masih kalah jauh dibandingkan dengan Negara maju. Akan tetapi, para orang tua sangat diharapkan untuk menjadi pelindung anaknya dari bahaya asap rokok, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan dari asam pembakaran tembakau bagi anak sangat nyata.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 1 batang rokok terdapat lebih dari 4000 zat kimia, 60 diantaranya suah terbukti menjadi pemicu penyakit kanker pada manusia.

Anak – anak sering menjadi perokok pasif tanpa disadari ketika orang tua atau saudara atau teman orang tua sedang merokok didekatnya. Kata para ahli, seseorang dikatakan menjadi perokok pasif ketika mereka terpapar asap rokok yang dihembuskan perokok aktif, atau asap yang keluar dari rokoknya itu sendiri.

Kebanyakan orang tua perokok merasa aman ketika anaknya sedang tidak didekatnya. Akan tetapi, faktanya asap rokok yang ada diruangan akan tetap ada selama hampir 5 jam walaupun tidak kasat mata. Asap rokok tersebut akan menempel di furnitur, karpet, pakaian, gordeng, serta perlengkapan lain dalam rumah. Hal inilah yang membuat secara tidak disadari sikecil terpapar asap rokok.

Anak dikategorikan lebih berisiko terkena dampak buruk asap rokok dibandingkan orang dewasa, karena saluran pernafasan anak yang kecil serta system imun yang masih berkembang. Saluran pernafasan yang kecil ini akan membuat anak bernafas lebih sering, serta akan membuat lebih sering menghisap asap rokok apabila disekitarnya ada yang merokok.

Anak yang terpapar asap rokok bisa mengalami gangguan pernafasan serta ketidakaturan detak jantung. Kondisi ini bisa menjadikan anak rentan mengalami sindrom kematian tiba-tiba. Sedangkan anak yang sudah lama terpapar asap dari perokok aktif dalam waktu yang cukup lama bisa mengalami bermacam – macam ganguan medis akut pada bagian organ pernafasan, terutama organ paru paru, seperti : asma, bronhitis, kanker darah, infeksi telinga, batuk rejan, meningitis, dan gangguan lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara terpapar asap rokok dengan gangguan prilaku serta kesulitan belajar. Anak yang sudah terbiasa tinggal pada lingkungan perokok mempunyai kecenderungan lebih besar untuk menjadi perokok saat mereka beranjak remaja.

Apabila orang tua merokok, hal yang paling penting untuk melindungai anak dari bahaya asap rokok yaitu dengan berhenti merokok.  Tindakan ini bisa mengurangi peluang anak terpapar asap rokok secara signifikan, dan yang paling penting yaitu orang tua sudah memberi contoh untuk tidak jadi perokok.

Apabila orang tua belum biasa berhenti merokok, atau ada anggota keluarga dekat yang masih merokok, maka upayakan untuk tidak merokok didekat sikecil serta diruangan yang sering dipakai sikecil bermain.

Hindarilah merokok dalam mobil ketika ada anak, dengan membuka jendela mobil saat merokok tidak akan menghilangkan bahaya asap rokok pada anak.